JANJI SANG SAHABAT
by : Nia Noverizka
Tiba-tiba saja handphone ku berbunyi, ternyata itu Citra, sahabatku dari SMP. Kami bersahabatan sejak SMP, aku, Citra, dan Awan yang melanjutkan sekolahnya ke Australia. Masih ingat betul aku menjelang kepergian Awan, dia memberikan kami potongan-potongan puzzel yang katanya dia juga punya bagian yang lain, dan berkata “nanti, ketika aku pulang dari Australia, kita satukan lagi puzzel ini. Dan puzzel yang menyatu itu menandakan bahwa kita akan selalu menyatu dan ga’ akan terpisah lagi.” mendengar ucapan Awan kami langsung berpelukan dan menangis. Saat itu tak akan kami lupa.
Dan yang juga tak bisa kulupa adalah hal yang Awan lakukan di malam sebelum dia pergi. Dia mengajak ku pergi, tanpa Citra. Dan dia mengatakan, “aku sayang kamu” aku kaget, tapi ku fikir ini hal biasa yang diucapkan oleh seorang sahabat. Lalu aku jawab santai,
“aku juga sayang kamu, dan Citra. Kita kan